Kajian Seni Rupa Desain: Lukisan "Batu Karang Diterpa Ombak" oleh Susilo Bambang Yudhoyono
Muti’ah Fira Azzahra 202246500318
Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa dan Seni,
Universitas Indraprasta PGRI
Pendahuluan
Seni Lukis adalah sebuah seni yang indah dan dilukis oleh seorang seniman. Seni Lukis, seni yang diwujudkan melalui karya dua dimensi dengan menggunakan kanvas atau permukaan datar. Media Lukis biasanya diisi dengan unsur utama garis dan warna yang dihasilkan dari cat atau celup. proses pembuatannya dilakukan dengan memulas cat dengan kuas, pisau paleta tau peralatan lain. Memulaskan berbagai warna dan nuansa gradasi warna, dengan kedalam warna tertentu juga komposisi warna tertentu dari bahan warna pigman warna dalam pelarutan. Hasil lukisan dapat berisi representasi yang berkaitan dengan alam, seperti potret manusia, hewan, tumbuhan, bahkan pemandangan alam. Dapat dikatakan bahwa melukis itu adalah representasi pelukis untuk mengepresikan emosi dan jiwanya.
- Tujuan seni Lukis dari segi religious yakni bentuk pengabdian yang ditunjukan kepada tuhan.
- Tujuan simbolis, yakni menjadikan lukisan tersebut menjadi simbol tertentu seperti kekuatan, simbol, simbol kepahlawanan.
- Tujuan estetis menekankan pada segi keindahan dan nilai estetika dalam membuat sebuah lukisan untuk menjadikan pajangan atau dekorasi.
- Tujuan kritik sosial untuk menunjukan kritis atau ketidakpuasan terhadap pemerintah maupun penguasa setempat.
seni lukis menurut Soedarso Sp, melukis merupakan kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi dengan tujuan mendapatkan kesan tertentu. Soedarso pun menambahkan bahwa karya seni erat kaitannya dengan pelibatan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh.
Selain Soedarso Sp, pendapat yang lain dikutip dari W. Setya R dengan karyanya Aliran Seni Lukis. Menurut W. Setya R, lukis adalah suatu aktivitas berekspresi dari pengalaman estetik manusia yang dituangkan dalam bidang dua dimensi dengan medium rupa seperti garis, warna, bidang, tekstur, cahaya, dan ruang.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II. Ketika masih berusia remaja, ia pernah tercatat sebagai salah satu anggota GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), salah satu organisasi underbow PNI yang setara dengan PII (Pelajar Islam Indonesia)
Susilo Bambang Youdhoyono (SBY) dikenal sebagai mantan presiden Indonesia yang juga memiliki ketertarikan dalam seni rupa terutama melukis, Ndi Mallarangeng, kolega SBY di Partai Demokrat, mengatakan bahwa sejak saat menjadi remaja di Pacitan, SBY sudah gemar melukis. Akan tetapi, minat ini terhenti ketika ia masuk Akabri dan melanjutkan kariernya di politik. SBY baru kembali melanjutkan melukis setelah istrinya, Ani Yudhoyono, meninggal Ia membuka sebuah studio lukis bernama SBY Art Studio. Beberapa lukisannya dikenal masyarakat setelah dikirimkan melalui laman Instagramnya, antara lain "I Understand More the Meaning of Life" dan Diilhami Pacitan.
Salah satu karya terkenal beliau adalah lukisan “Batu Karang Diterpa Ombak” lukisan ini tidak hanya menunjukan sisi artistic SBY, tetapi juga mengandung makna simbolis yang mendalam. lukisan "Batu Karang Diterpa Ombak" yang dibuat oleh Susilo Bambang Yudhoyono, lukisan itu menggambarkan pemandangan batu karang yang diterpa ombak laut. Susilo Bambang Yudhoyono lantas bercerita soal Sejarah dirinya yang menggambarkan lukisan itu. Dimana dikerjakannya dalam waktu singkat. Lukisan itu diberi nama standing firm like rocks yang menggambarkan tegaknya batu karang yang diterjang deburan ombak. Artinya kokoh kuat ditengah Samudra. Lukisan itu telah diberikan kepada bapak Prabowo dan diberikan bukan tanpa alasan. Harapannya yakni Prabowo.
Kerangka Teoritik Metodologi
Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce. Menggambarkan dan menganalisis elemen-elemen visual dalam lukisan. Memahami berbagai jenis tanda ikon, indeks, dan simbol yang terkandung pada lukisan tersebut. Selain itu penelitian ini juga, mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif dari berbagai sumber tertulis dan visual, termasuk wawancara dan tulisan SBY tentang karya tersebut. Dengan menghubungkan elemen-elemen visual dengan makna yang lebih luas memberikan wawasan mendalam tentang pesan yang ingin disampaikan melalui lukisan.
Teori Semiotik Charles Sanders Peirce
Penelitian ini menggunakan Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trikotomi (Ikon, Indeks dan Simbol) Dalam lukisan "Batu Karang Diterpa Ombak" yang bibuat oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, menjelaskan dan mendeskripsikan ikon, indeks, simbol. Ikon dalam lukisan ini merujuk pada representasi visual yang menampilkan bentuk-bentuk alami seperti batu karang dan ombak. Pierce mengangap ikon sebagai tanda yang berhubungan dengan objek melalui kesamaan. Indeks tanda yang memiliki hubungan langsung kausal dengan objek. Dalam lukisan ini merunjuk pada visual ombak yang menghantam batu karang. Simbol dalam lukisan ini mencangkup penggunaan warna, komposisi, dan motif dalam lukisan yang memiliki makna yang lebih dalam.
Konsep Simbolisme dalam Lukisan:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan hadiah lukisan bergambar batu yang diterpa ombak kepada Prabowo Subianto. Simbolisme dalam lukisan ini ada Batu karang yang dilambangkan kuat dan kokoh laksana batu, batu di Tengah samudera. Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan bahwa “ keyakinan saya atas pemimpin yang mendatang, atas harapan saya dan juga doa kita semua agar pak Prabowo Subianto kokoh, kuat, seperti batu karang ini memajukan indonesia.”
Analisis Elemen visual dalam lukisan:
Lukisan “Batu Karang Diterpa Ombak” karya Susilo Bambang Yudhoyono secara visual menghadirkan pemandangan alam yang penuh makna melalui penggunaan elemen-elemen yang kuat dan kontras. Batu karang digambarkan dengan tekstur kasar dan kokoh, mencerminkan ketahanan kestabilan di Tengah terpaan kekuatan alam. Sementara ombak ditampilkan dengan Gerakan yang dinamis, memberikan kesan energi dan ketidakstabilan. Menggunakan warna biru yang intens menciptakan kontras tajam dengan warna abu-abu dan coklat pada batu karang. Memperkuat narasi visual tentang kekuatan alam yang saling berinteraksi.
Analisi Lukisan “Batu Karang Diterpa Ombak” Milik SBY
Lukisan ini menggambarkan batu karang tang
besar dan kokoh yang dihantam oleh ombak kuat. Warna biru mendominasi pada
ombak menciptakan kontras dengan warna karang yang lebih gelap, menggambarkan kekuatan.
Makna:
Kekuatan
dan ketahanan: batu karang
yang tetap kokoh menggambarkan ketahanan dalam menghadapi tantangan.
Dinamika
Alam: ombak yang terus-menerus menghantam
batu karang mengambarkan dinamika kehidupan. Menunjukan bahwa perubahan dan
tantangan adalah bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan keteguhan
hati. Lukisan ini sebagai karya seorang mantan presiden, membawa pesan kuat
tentang kepemimpinan.
Kesimpulan
Dengan menggunakan pendekatan semiotika berdasarkan teori Charles Sanders Peirce. Deskriptif, analitis, kualitatif. Berupaya untuk mengungkapkan makna dan pesan yang terkandung dalam lukisan “Batu Karang Diterpa Ombak” oleh SBY. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang komprehensif dari elemen-elemen visual, simbolisme, dan konteks yang kuat, memberi pemahaman yang mendalam tentang karya tersebut.
Sumber Data
Lukisan “Batu
Karang Diterpa Ombak" karya Susilo Bambang Yudhoyono.
2. Wawancara dan tulisan dari Susilo Bambang Yudhoyono mengenai karyanya.
https://www.gramedia.com/literasi/seni-lukis-pengertian/
http://eprints.upnyk.ac.id/1846/1/Abstrak.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono
.jpg)







