Abstrak
Penelitian ini menganalisis video musik lagu "Armageddon" oleh grup K-Pop Aespa dengan menggunakan teori semiotika Ronald Barthes. teori ini berfokus pada analisis denotasi dan konotasi tanda-tanda yang terdapat dalam suatu video musik. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi makna yang tersirat dari tanda-tanda dan simbol-simbol yang ada dalam video musik "Armageddon". Data akan dikumpulkan secarab mendalam dan detail untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang pesan yang disampaikan dalam video musik tersebut.
Pendahuluan
Korea
Selatan merupakan negara yang mempunyai kepentingan nasional yang besar guna
meningkatkan kondisi perekonomiannya pasca perang dua II. Korea Selatan
menggunakan cara soft diplomacy untuk memenuhi kepentingan nasionalnya karena
dianggap lebih efektif, efesien dan tidak memerlukan biaya yang banyak. melalui
K-Pop, Korea Selatan berusaha untuk memenuhi kepentingan nasionalnya melalui
soft diplomacy. keberhasilan Korea Selatan dalam menggunakan soft diplomacy
ditandai dengan meningkatnya kondisi perekonomian negara. Keberhasilan Korea
Selatan dalam menyebarkan budayanya melalui industri hiburan khususnya industri
musik (K-Pop) merupakan keberhasilan bagi perusahaan hiburan korea Selatan
maupun pemerintah Korea Selatan. Dengan mengekspor budaya Korea Selatan
membantu pemeringtah dalam membangun ekonominya melalui industri budaya yang
pada saat ini produk budaya merupakan sumber kebanggaan pemerintah Korea
Selatan (Kim dan Ryo,2016). Mulai tahun 2005 industri hiburan Korea Selatan
memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan perekonomian karena
meningkatkan jumlah wisatawan asing di sektor parawisata, terutama wisatawan
dari jepang dan china yang merupakan negara tetangga sekaligus negara yang
terkena dampak Korean Wave pertama. pada tahun 2021 perekonomi Korea Selatan
menduduki peringkat kesepuluh perekonomian terbesar di dunia dan keempat di
Asia dengan PDB sebesar US$ 1.823,85 Miliar.
SM Entertainment ialah label rekaman dan agensi hiburan korea selatan. Awal didirikan pada tahun 1989 sebagai SM Studio, saat ini mereupakan rumah bagi Grup idol seperti Super Junior, Girls Generation, Shinee, Exo, Red Velvet NCT, SuperM, dan Aespa, dan banyak grip non idola dan artis solo. Penjualan dan pendapatan dari SM Entertainment menjadikannya agensi paling sukses pertama di Korea, dan bagian dari Agensi Big 3. SM Entertainment mendistribusikan melalui berbagai perusahaan di berbagai lokasi internasional. Tulisan ini akan lebih menjelaskan grup Kpop bernama Aespa. Aespa ialah girl grup Korea Selatan beranggotakan 4 orang yang berada dibwah SM Entertainment. grup ini terdiri dari Karina, Giselle, Winter dan Ningning. Mereka memulai debutnya pada tanggal 17 November 2020 dengan single digital "Black Mamba". Pada 2 Juni 2022 telah diumumkan bahwa aespa telah menandatangani kontrak dengan Warner Records untuk promosi Global. Nama aespa berasal dari kombinasi 'ae' yang berasal dari Avatar X Experience & aespect. dan pada 27 Mei 2024 Aespa merilis album yang berjudul Armageddon, prestasinya ini membuat aespa menjadi girl grup tercepat di tahun 2024 yang berhasil mendapatkan PAK. Hanya butuh 12 hari saja. Album Armageddon menduduki peringkat pertama di iTunes di 25 wilayah, termasuk AS dan peringkat pertama di chart dunia.
Metode Penelitian
Pendekatan penelitian ini akan menereapkan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ialah suatu pendekatan yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan cara mengumpulkan data, yang menunjukan pentingnya kedalam dan detail suatu data yang diteliti. Menurut Sugiyono (2010) penelitian kualitatif bertumpu pada makna pemahaman subjektif tentang fenomena sosial yang diteliti dan pendekatan kualitatif dilakukan melalui produser penelitian yang alami. Menurut Johnny Saldana (2009) menyebutkan penelitian Kualitataif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendaam tentang makna dan pengalaman subjek penelitian.
Dan penelitian ini akan menggunkan teori analisis Semiotika Ronald Barthes. Barthes ialah salah satu tokoh identik dengan semiotika, ia mewarisi teori semiotika dari Ferdinand De Saussure. Barthes fokus pada aspek denotasi dan konotasi dalam analisis semiotika. penelitian ini akan menganalisis video musik (MV) Armageddon daei Aespa dengan menggunakan pendekatan Semiotika Ronald Barthes. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana tanda-tanda dan simbol-simbol dalam MV tersebut menciptakan makna.
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini telah dianalisis oleh peneliti di dalam musik video Aespa "Armageddon" maka dari itu penelitian ini memperoleh sebagian scene dalam musik video "Armageddon" yang menunjukan ada nya pesan dan tanda yang diperlukan dalam analisis semiotika. musik video Aespa "Armageddon" memiliki makna yang mendalam bagi para penonton setia Aespa ini.
Sesuai dengan judul lagunya "Armageddon" yang berarti pertarungan besar, Aespa dihadapkan dengan entitas atau musuh baru setelah mereka berhasil mengalahkan Black Mamba di suatu padang dunia Aespa yang sebelumnya. Video musik yang berdurasi 3 menit 33 detik itu dibuka dengan Winter yang membungkam mulut Karina agar mereka tak tertangkap oleh entitas yang tengah membuat kekacauan di bumi. Aespa memperkenalkan entitas baru dalam dunia mereka, digambarkan sebagai sosok putri duyung bersayap. entitas ini mempengaruhu bumi dengan menciptakan duplikat semua orang, termasuk alter ego dari para anggota Aespa. Menguasai anggota Aespa satu per satu, mengambil wajah Giselle, mata Ningning, tubuh Karina, dan sayap Winter untuk menyempurnakan dirinya.
Denotasi: sosok Winter dengan wujud sempurna yang mengenakan mahkota dan memiliki sayap yang tampak seperti kristal yang berkilau
Konotasi: Si entitas yang mengubah Winter menjadi seperti dirinya. transformasi ini menandakan bahwa winer telah mendapatkan kekuatan baru yang lebih besar dan lebih kuat dari pada sebelumnya.
Mitos: transformasi capung sering kali dihubungkan dengan perubahan dan kelahiran kembali, mencerminkan proses penyempurnaan diri melalui perubahan yang drastis.
Denotasi: sosok entitas yang berwujud siren, dan terdapat member yang bernama Ningning yang berdiri disebelah entitas.
Konotasi: entitas ialah salah satu dewa yang jahat. ningning mencoba untuk keluar dan melarikan diri. tapi semakin memaksa, semakin kuat pula pengaruh entitas tersebut.
Mitos: sosk entitas dalam mitologi adalah siren, siren ialah makhluk laut yang menarik manusia dengan suara mereka yang memikat, sering kali menyebabkan bencana. Sosok siren disini bisa melambangkan godaan bahaya tersembunyi, dan kekuatan yang memikat namun berbahaya.

Denotasi: salah satu anggota aespa yang ditampilkan dalam transformasi.
Konotasi: Cairan yang mengalir dari entitas ke Winter melalui mata dapat melambangkan transfer kekuatan, pengaruh, atau kendali dari entitas ke winter. cara entitas itu mengubah aespa dengan menggunakan cairan dari mata ke mata lawannya.
Mitos: Dalam banyak budaya mata seing dianggap sebagai jendela jiwa. Mata sering dianggap sebagai alat untuk koneksi spiritual yang dalam.
Denotasi: di gambar tersebut terdapat empat orang yang berbaring di tanah di dalam sebuah simbol atau tanda.
Konotasi: di ending mereka semua berkumpul disebuah crop circle. ini adalah tempat entitas itu turun dan semua member Aespa yang sudah terpengaruh berada di lokasi yang sama. mereka merasa bahwa itu adalah tanda mereka sekarang.
Mitos: pada cerita yang terkait dengan entitas yang turun ke bumi, yang mempengaruhi semua anggota Aespa. ini mencerminkan cerita atau narasi tentang pengaruh supranatural yang mempengaruhi mereka yang sekarang dianggap simbol atau tanda dari mereka.
Kesimpulan
Penelitian ini telah dianalisis oleh peneliti di dalam musik video Aespa "Armageddon" maka dari itu penelitian ini memperoleh sebagian scene dalam musik video "Armageddon" yang menunjukan ada nya pesan dan tanda yang diperlukan dalam analisis semiotika. Musik video Aespa "Armageddon" memiliki makna yang mendalam bagi para penonton setia Aespa ini. Dengan menggunakan pendekatan semiotika berdasarkan teori Ronald Barthes diharapkan mampu mengungkapkan makna yang mendasari penciptaan tanda dan simbol dalm video musik "Armageddon" menurut perspektif Barthes.
Sumber Data
Tidak ada komentar:
Posting Komentar